Sunday, August 24, 2008
Keunikan Kopi versus Cerita Angin
Kopi banyak mendapat sorotan, baik ilmuwan maupun cerita rakyat yang bertebaran di seluruh penjuru dunia, diantaranya :
1. Kopi yang tiap hari kita minum ternyata memiliki sejarah panjang. Sejarah kopi diawali dari cerita seorang penggembala kambing Abessynia (sekarang namanya Ethiopia) yang menemukan tumbuhan kopi sewaktu ia menggembala, kira-kira sekitar abad ke-9 masehi. Dari sana lalu menyebar ke daratan Mesir dan Yaman, dan kemudian pada abad 15 menjangkau lebih luas lagi ke Persia , Mesir, Turki dan Afrika utara. Namun ada yang mengatakan sejarah kopi ini berawal dari Abessynia juga, tapi lain cerita, di mana Ali al-Shadili yang gemar meminum sari biji kopi untuk membuatnya tetap terjaga demi menjalankan shalat malam. Dari sinilah akhirnya khasiat kopi menyebar sebagai minuman penghilang kantuk.
2. Mungkin kopi yang paling unik dan paling enak rasanya adalah kopi luwak. Konon kabarnya kopi yang asli dari Indonesia ini diperoleh dengan cara unik: biji kopinya diambil dari kotoran luwak --binatang sejenis kucing liar. Padahal kopi ini dihasilkan dari tanaman kopi biasa, hanya buah kopi yang sudah matang di pohonnya itu dimakan luwak. Yang menyebabkannya istimewa adalah insting luwak yang hanya memilih buah kopi terbaik untuk dimakan. Selain itu karena produksinya sangat sedikit dan rasanya selangit, maka harganya pun naudzubilah mahal nian. Bayangkan, harganya US$ 300 sampai US$ 600 per kilogram! Namun, tahukah Anda, ternyata kopi luwak itu keberadaannya saat ini sudah tidak eksis lagi. Ada banyak faktor, mulai dari berkurangnya lahan tanaman kopi hingga semakin berkurangnya satwa luwak di alam liar. Untuk itu, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI) berupaya meningkatkan produksi kopi luwak dengan menangkarkan kembali luwak yang akan disebar di Kebun Percobaan Andungsari, Kabupaten Bondowoso.
3. Kopi ternyata tidak begitu saja menjadi salah satu minuman favorit dunia yang digemari. Awalnya di Italia, pemuka agama disana melarang umatnya minum kopi dan menyatakan bahwa minuman kopi tersebut dimasukkan sultan-sultan muslim untuk menggantikan anggur. Bukan hanya melarang tetapi juga menghukum orang-orang yang minum kopi. Tidak hanya di Italia, di tahun 1656, Wazir dan Kofri, Kerajaan Usmaniyah, mengeluarkan larangan untuk membuka kedai-kedai kopi. Bukan hanya melarang kopi, tetapi menghukum orang-orang yang minum kopi dengan hukuman cambuk pada pelanggaran pertama. Di Swedia, konon Raja Gustaff II pernah menjatuhkan hukuman terhadap dua orang saudara kembar. Yang satu hanya diizinkan meminum kopi dan yang satu lagi diizinkan hanya nyeruput teh. Siapa yang terlebih dahulu mati, maka dialah yang bersalah dalam satu tindak pidana yang dituduhkan terhadap mereka. Ternyata yang mati duluan adalah peminum teh pada usia 83 tahun. Gara-gara itulah, masyarakat Swedia menjadi sangat tergila-gila dengan kopi, bahkan paling fanatik di dunia. Sehingga sampai sekarang negara-negara Skandinavia kini peminum kopi tertinggi per kapita di dunia. Setiap orang bisa menghabiskan 12 kg lebih per tahun.
4. Dulu awalnya, Indonesia merupakan pengekspor kopi terbesar dan terbaik di dunia. Dan tahukah Anda, hal itu terjadi sebelum tahun 1880-an, dimana pada tahun tersebut terjadi wabah hama karat daun yang memusnahkan kopi arabika yang ditanam di bawah ketinggian 1 km di atas permukaan laut, dari Sri Lanka hingga Timor. Brasil dan Kolombia akhirnya mengambil alih peran sebagai eksportir kopi arabika terbesar, sampai kini. Dan pada masa jaya itu, industri kopi di Jawa pernah berpameran di AS untuk memperkenalkan kopi, sehingga publik AS mulai mengenal kopi dan menjuluki minuman itu dengan nama Java.
Mitos Khasiat Kopi Sesuai Zodiak
Konon, ada sebuah mitos yang mengatakan bahwa khasiat kopi akan terasa
di dalam tubuh jika pilihan racikannya sesuai dengan zodiak. Ini bukan
horoskop, sekedar wawasan bahwa kopi begitu beragam karakternya,
sampai-sampai dianggap punya kecocokan dengan zodiac anda.
Aries - Pemilik zodiak ini biasanya memiliki sifat 'sedikit' keras dan
selalu ingin menjadi yang terdepan. Nah, kopi yang cocok buat si Aries
adalah Triple espresso, aroma dan rasanya yang kuat kiranya cocok dengan
sifat Anda.
Taurus - Si Taurus bisanya memiliki sifat sederhana dan bersahaja.
Sesungguhnya sifat ini lebih berharga dari apapun di dunia ini. Itulah
mengapa Cappucino dengan aroma klasik paling cocok untuk memenuhi
seleranya.
Gemini - Warga Gemini memiliki daya pikat yang luar biasa bagi orang
lain, selalu membutuhkan teman dan pendapat dari orang lain. Gemini
membutuhkan kopi yang bersifat menenangkan. Jika Anda Gemini, jatuhkan
pilihan Anda pada Caffe Latte.
Cancer - Tenang dan menyenangkan, itulah Cancer! Kopi yang paling cocok
bagi pemilik zodiak ini adalah Coffee with Mochaatau tambahkan kopi
dengan sedikit cokelat.
Leo - Pribadi dengan segudang argumen, memiliki banyak cara untuk
mendapatkan keinginannya. Hari-hari si Leo makin 'hidup' dengan ditemani
secangkir Caramel Macchiato.
Virgo - Sifat khas Virgo ialah memiliki tingkat ketelitian yang sangat
tinggi, jadi paling cocok dengan Caffe Americano dalam gelas regular dan
jangan tambahkan bahan lainnya.
Libra- Anda yang berteduh di bawah zodiak ini ini seringkali melupakan
'pertimbangan' dalam setiap tindakan. Hati-hati karena ini akan
membahayakan! Untuk mendapatkan keseimbangan, kopi yang cocok bagi
zodiak ini adalah Cafe au Lait.
Scorpio - Memiliki rasa percaya diri yang cukup bagus, jarang merasakan
penolakan dari dirinya sendiri. Kopi yang cocok bagi pemilik zodiak ini
adalah kopi yang menurutnya memiliki 'sensualitas' tinggi. Jenisnya
dapat dipilih sesuai dengan seleranya, asalkan citarasa dan aromanya
cukup tajam.
Sagitarius - Caramel Latte yang beraroma lembut menggoda sangat cocok
dengan watak Sagitarius. Ini sesuai dengan sifatnya yang selalu ingin
terlihat menawan, apalagi buat lawan jenisnya.
Capricorn - Selalu terlihat simpel dan tidak menyukai hal-hal yang
rumit, paling cocok dengan kopi Espresso (bukan double atau triple).
Nikmati kopi ini dalam suasana santai setelah menyelesaikan pekerjaan
berat di kantor. Pasti efek menenangkannya sangat terasa.
Aquarius - Aquarius dikenal memiliki sifat sosial yang tinggi.
Tampaknya, minuman yang mengandung kafein tidak terlalu penting baginya.
Bisa jadi, raspberry tea lebih menarik minatnya.
Pisces - Suatu hari, si Pisces akan meninggalkan kopi dan beralih pada
minuman yang lebih menyehatkan, seperti Teh Cina. Cocok sekali dengan
sifatnya yang 'kalem' dan memiliki kesiapan penuh dalam menyongsong masa
depan.
Terkadang sesuatu yang berlebih memang tidak baik. Tetapi itu bukan
alasan untuk tidak mengkonsumsinya. So, bagi kalian penggemar kopi,
sekarang tidak perlu kawatir lagi kan?!!Dan bagi kamu-kamu yang tadinya
anti dengan kopi, tidak ada salahnya untuk mencoba..
manfaat unik kopi & kafein
Coffee and cancer of the pancreas
Ternyata ada manfaat "unik" kafein yang terkandung di dalam cairan kopi yang kita minum tiap pagi, khususnya pagi para penggemar kopi
Diantara manfaat-manfaat unik kafein :
* Kafein bisa meningkatkan rasa riang, membuat kita merasa lebih segar
dan energik.
* Perempuan yang minum dua cangkir kopi atau lebih per hari dapat
mengurangi risiko terkena pengeroposan tulang (osteoporosis).
* Kopi dapat meningkatkan penampilan mental dan memori karena kopi dapat
merangsang banyak daerah dalam otak yang dapat mengatur tetap terjaga,
rangsangan, mood dan konsentrasi. Penelitian di Universitas Arizona
ditemukan bahwa orang dewasa yang minum kopi sebelum test memori
menunjukkan perkembangan yang signifikan dibanding mereka yang minum
kopi tanpa kafein.
* Kafein dapat menangkal radikal bebas dan menghancurkan molekul yang
dapat merusak sel DNA.
* Kafein juga melindungi jantung dan kanker.
* Untuk mengurangi risiko pengidapan diabetes mulailah meminum kopi.
Seseorang yang minum kopi lebih dari enam cangkir sehari berisiko rendah
terserang diabetes dibanding dengan orang yang tidak minum kopi sama
sekali. Demikian simpulan sebuah riset skala besar yang dilakukan pada
80 ribu orang selama 18 tahun di AS.
* Parkinson jarang ditemukan pada orang yang minum kopi secara teratur.
Sebuah riset menyimpulkan penyakit ini justru ditemukan pada pria yang
tidak minum kopi tiga kali lebih banyak daripada pria penikmat kopi.
* Minum kopi membuat sperma "berenang" lebih cepat dan mampu
meningkatkan kesuburan pria. Hal ini diumumkan para ilmuwan Brasil dalam
pertemuan "American Society for Reproductive Medicine" di San Antonio,
dimana pembicaraan utama berkisar pada efek obat-obatan terhadap
kesuburankaum adam
Awal Mula Kopi
Tumbuhan kopi ditemukan oleh seorang Sufi Ali Bin Omar dari Yaman. Ia
merebus kopi sebagai obat penyakit kulit dan obat-obatan lainnya.
Sehingga pada waktu itu kopi mendapat tempat terhormat di kalangan
masyarakat negeri itu. Dari khasiat kopi tersebut akhirnya membawa
kemakmuran bagi pemilik-pemilik kebun kopi, pengusaha kedai kopi,
pedagang kopi, eksportir kopi, dan pemerintah di berbagai belahan dunia
tanaman minuman beraroma khas itu ditanam.
STOPS COMPLAIN!!
Secangkir kopi bagi penggemarnya adalah sebuah awal dari segalanya.
Bukan berlebihan atau mengada-ada, tapi memang faktanya demikian. Dalam
sehari mungkin penggemar kopi bisa menghabiskan bergelas-gelas kopi,
pagi, siang, sore, dan malam hari.
Kurang nikmat atau bahkan kurang afdol rasanya sebelum meneguk secangkir
kopi sebelum memulai aktivitas kita. Sebagai penggemar kopi, kita sering
sekali mendengar banyak orang membicarakan tentang efek negatif dari
mengkonsumsi kafein yang ada dalam kandungan kopi - koran, majalah,
tabloid, dll. Tapi sebenarnya kalau ada sisi negatif pasti ada juga dong
sisi positif-nya?!!
Biar sama-sama tahu dan tidak memojokkan para penggemar kopi, serta
tidak membuat orang-orang yang ingin sekali merasakan kenikmatan
secangkir kopi berpikir dua kali karena terlalu banyak efek negatif yang
mereka dengar sampai akhirnya takut untuk merasakan. Berikut ini
beberapa manfaat yang bisa dinikmati para penggemar kopi :
* Kafein yang terkandung didalam kopi adalah zat kimia yang berasal dari
tanaman yang dapat menstimulasi otak dan sistem saraf. Kafein tergolong
jenis alkaloid yang juga dikenal sebagai trimetilsantin. Selain pada
kopi, kafein juga banyak ditemukan dalam minuman teh, cola, coklat,
minuman berenergi (energy drink), cokelat, maupun obat-obatan.
* Kafein membantu Anda untuk bisa berpikir lebih cepat. Cobalah
mengkonsumsi kopi 15 menit atau 30 menit sebelum Anda melakukan
wawancara pekerjaan atau memberikan presentasi pada atasan. Hasilnya
mungkin akan cukup lumayan, karena kafein yang terdapat pada kopi atau
teh terbukti mampu memberikan 'sinyal' pada otak untuk lebih cepat
merespon dan dengan tangkas mengolah memori pada otak.
* Kafein mencegah gigi berlubang. Cobalah untuk meminum secangkir kopi
hangat sesaat setelah Anda mengkonsumsi cookies, cake coklat yang lezat,
permen rasa buah atau sepotong roti manis. Joe Vinson, PhD. dari
University of Scranton menjelaskan bahwa kafein yang terdapat dalam
minuman ini ternyata sangat tangguh memberantas bakteri penyebab gigi
berlubang.
* Kafein mengurangi derita sakit kepala. Penelitian menemukan kafein
yang terdapat dalam kopi atau teh (dalam jumlah tertentu) sanggup
menolong mengobati sakit kepala. Menurut Seimur Diamond, M.D., dari
Chicago's Diamond Headache Clinic. Penderita migrain dalam kategori
ringan dapat disembuhkan dengan secangkir kopi pekat atau secangkir
black tea. Jadi, sebelum mengkonsumsi obat cobalah dulu sembuhkan sakit
kepala Anda dengan minuman berkafein.
* Kafein bisa melegakan napas penderita asma dengan cara melebarkan
saluran bronkial yang menghubungkan kerongkongan dengan paru.
* Kafein dapat membuat badan tidak cepat lelah, bisa melakukan aktifitas
fisik lebih lama, di perkirakan karena kafein membuat "bahan bakar" yang
dipakai otot lebih lama.
* Kafein bisa meningkatkan rasa riang, membuat kita merasa lebih segar
dan energik.
* Perempuan yang minum dua cangkir kopi atau lebih per hari dapat
mengurangi risiko terkena pengeroposan tulang (osteoporosis).
* Kopi dapat meningkatkan penampilan mental dan memori karena kopi dapat
merangsang banyak daerah dalam otak yang dapat mengatur tetap terjaga,
rangsangan, mood dan konsentrasi. Penelitian di Universitas Arizona
ditemukan bahwa orang dewasa yang minum kopi sebelum test memori
menunjukkan perkembangan yang signifikan dibanding mereka yang minum
kopi tanpa kafein.
* Kafein dapat menangkal radikal bebas dan menghancurkan molekul yang
dapat merusak sel DNA.
Monday, August 18, 2008
Java Coffee New History
Coffee History
Coffee, coffee beans, coffee plant, create coffee, make coffee, coffee export commodity, coffee the top agricultural, caffè, qahweh, Kaffa, qahwat al-būnn, bunna, History of coffee, Coffea, Coffee varieties, Coffea arabica, Robusta coffee, espresso, coffee blend, Coffee and the environment, organic coffees, arabica coffee, instant coffee producer, instant coffee, green coffee, black coffee, coffee farmer, Coffee roasting, Coffee processing, Coffee preparation, iced coffee, café américano, cafè latte, cappuccino, caffè macchiato, Canned coffee, Coffeehouse, Coffee and health, Caffeine, Drip coffee, brewed coffee
In 1583, Leonhard Rauwolf, a German physician, gave this description of coffee after returning from a ten year trip to the Near East:
| “ | A beverage as black as ink, useful against numerous illnesses, particularly those of the stomach. Its consumers take it in the morning, quite frankly, in a porcelain cup that is passed around and from which each one drinks a cupful. It is composed of water and the fruit from a bush called bunnu. | ” |
From the Muslim world, coffee spread to Italy. The thriving trade between Venice and North Africa, Egypt, and the Middle East brought many goods, including coffee, to the Venetian port. From Venice, it was introduced to the rest of Europe. Coffee became more widely accepted after it was deemed a Christian beverage by Pope Clement VIII in 1600, despite appeals to ban the "Muslim drink". The first European coffee house opened in Italy in 1645. The Dutch were the first to import coffee on a large scale, and they were among the first to defy the Arab prohibition on the exportation of plants or unroasted seeds when Pieter van den Broeck smuggled seedlings from Aden into Europe in 1616. The Dutch later grew the crop in Java and Ceylon. The first exports of Indonesian coffee from Java to the Netherlands occurred in 1711. Through the efforts of the British East India Company, coffee became popular in England as well. It was introduced in France in 1657, and in Austria and Poland after the 1683 Battle of Vienna, when coffee was captured from supplies of the defeated Turks.
When coffee reached North America during the colonial period, it was initially not as successful as it had been in Europe. During the Revolutionary War, however, the demand for coffee increased so much that dealers had to hoard their scarce supplies and raise prices dramatically; this was partly due to the reduced availability of tea from British merchants. After the War of 1812, during which Britain temporarily cut off access to tea imports, the Americans' taste for coffee grew, and high demand during the American Civil War together with advances in brewing technology secured the position of coffee as an everyday commodity in the United States.
Noted as one of the world’s largest, most valuable, legally traded commodities after oil, coffee has become a vital cash crop for many Third World countries. Over one hundred million people in developing countries have become dependent on coffee as the primary source of income (Ponte 1). Coffee has become the primary export and backbone for African countries like Uganda, Burundi, Rwanda, and Ethiopia as well as many Central American countries (1)
Coffee is a widely-consumed stimulant beverage prepared from roasted seeds, commonly called coffee beans, of the coffee plant. Coffee was first consumed in the 9th century, when it was discovered in the highlands of Ethiopia. From there, it spread to Egypt and Yemen, and by the 15th century had reached Armenia, Persia, Turkey, and northern Africa. From the Muslim world, coffee spread to Italy, then to the rest of Europe, Indonesia and the Americas. Today, coffee is one of the most popular beverages worldwide.
Coffee berries, which contain the coffee bean, are produced by several species of small evergreen bush of the genus Coffea. The two most commonly grown species are Coffea canephora (also known as Coffea robusta) and Coffea arabica. These are cultivated in Latin America, Southeast Asia, and Africa. Once ripe, coffee berries are picked, processed, and dried. The seeds are then roasted, undergoing several physical and chemical changes. They are roasted to varying degrees, depending on the desired flavor. They are then ground and brewed to create coffee. Coffee can be prepared and presented in a variety of ways.
Coffee has played an important role in many societies throughout modern history. In Africa and Yemen, it was used in religious ceremonies. As a result, the Ethiopian Church banned its consumption until the reign of Emperor Menelik II of Ethiopia. It was banned in Ottoman Turkey in the 17th century for political reasons, and was associated with rebellious political activities in Europe.
Coffee is an important export commodity. In 2004, coffee was the top agricultural export for 12 countries, and in 2005, it was the world's seventh largest legal agricultural export by value.
Some controversy is associated with coffee cultivation and its impact on the environment. Many studies have examined the relationship between coffee consumption and certain medical conditions; whether the effects of coffee are positive or negative is still disputed.
